Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perguruan Tinggi Dan Dampaknya Terhadap Citra Kampus
ENTERTAINMET, EDUCATION, NEWS, AND MORE
PENGUNJUNG KE
Link Pendidikan
Popular Posts
-
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ILMU SOSIAL DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL A. Pengertian Ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial a. Ilm...
-
Emile Durkheim
-
STRUKTUR KEILMUAN IPS Ilmu sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan ...
-
globalisasi
-
sosiologi-perubhn-kekuasn-korupsi.ppt by Donny Prastzya
Labels
- IPS 1 blog (2)
- Kelas X Blog (9)
- Kelas XI Blog (3)
- Kelas XII Blog (1)
- Latihan Soal Blog (1)
- Teori Sosial Blog (4)
Followers
Penyalahgunaan Obat dan Alkhohol
PENYALAHGUNAAN
ALKOHOL DAN OBAT TERLARANG
A. PENGERTIAN ALKOHOL
Alkohol adalah zat penekan
susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek
stimulasi ringan. Bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil
alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu, gula sari buah atau umbi
umbian. Nama yang populer : minuman keras (miras), kamput, tomi (topi miring),
cap tikus , balo dll. Minuman beralkohol mempunyai kadar yang berbeda-beda,
misalnya bir dan soda alkohol ( 1-7% alkohol), anggur (10-15% alkohol) dan
minuman keras yang biasa disebut dengan spirit (35 – 55% alkohol). Konsentrasi
alkohol dalam darah dicapai dalam 30 – 90 menitsetelah diminum. Di Indonesia
penjualan minuman beralkohol di batasi dan yang boleh membeli adalah mereka
yang telah berumur 21 tahun. Beberapa etnik di Indonesia menggunakan minuman
beralkohol pada acara tertentu dalam jumlah yang sedikit. Mereka juga
memproduksi minuman beralkohol dengan nama yang bermacam ragam misalnya : tuak,
minuman cap tikus, ciu dll.
B. PENGARUH ALKOHOL
Pengaruh Terhadap Tubuh (Fisik dan Mental) - Pengaruh alkohol terhadap
tubuh bervariasi, tergantung pada beberapa faktor yaitu : - Jenis dan jumlah
alkohol yang dikonsumsi - Usia, berat badan, dan jenis kelamin - Makanan yang
ada di dalam lambung - Pengalaman seseorang minum- minuman beralkohol - Situasi
dimana orang minum – minuman beralkohol Pengaruh jangka pendek Walaupun
pengaruh terhadap individu berbeda – beda, terdapat hubungan antara konsentrasi
alkohol di dalam darah (Blood Alkohol Concentration – BAC) dan efeknya.
Euphoria ringan dan stimulasi terhadap perilaku lebih aktif seiring dengan
meningkatnya konsentrasi alkohol di dalam darah. Sayangnya orang banyak
beranggapan bahwa penampilan mereka menjadi lebih baik dan mereka mengabaikan
efek buruknya. Resiko intoksikasi (”mabuk”) Gejala intoksikasi alkohol yang
paling umum adalah ”mabuk”, ”teler” sehingga dapat menyebabkan cedera dan
kematian. Penurunan kesadaran seperti koma dapat terjadi pada keracunan alkohol
yang berat demikian juga henti nafas dan kematian. Selain kematian, efek jangka
pendek alkohol dapat menyebabkan hilangnya produktifitas kerja (misalnya ”teler,
kecelakaan akibat ngebut). Sebagai tambahan, alkohol dapat menyebabkan perilaku
kriminal. 70 % dari narapidana menggunakan alkohol sebelum melakukan tindak
kekerasan dan lebih dari 40 % kekerasan dalam rumah tangga dipengaruhi oleh
alkohol. Pengaruh Jangka Panjang Mengkonsumsi alkohol berlebiha dalam jangka
panjang dapat menyebabkan : - Kerusakan jantung - Tekanan Darah Tinggi - Stroke
- Kerusakan hati - Kanker saluran pencernaan - Gangguan pencernaan lainnya
(misalnya tukak lambung) - Impotensi dan berkurangnya kesuburan - Meningkatnya
resiko terkena kanker payudara - Kesulitan tidur - Kerusakan otak dengan
perubahan kepribadian dan suasana perasaan - Sulit dalam mengingat dan
berkonsentrasi
PENGARUH ALKOHOL PADA PERILAKU
·
Konsentrasi alkohol dalam darah Pengaruh yang
ditimbulkan Perasaan segar (well-being) Sampai dengan 0.50 g% · Banyak bicara ·
Santai · Lebih percaya diri Risiko rendah
·
0.05 – 0.08 g % · Banyak bicara · Bertindak dan
lebih merasa · percaya diri · Berkurangnya kemampuan untuk berfikir dan
bergerak · Berkurangnya rasa malu Risiko sedang
·
0.08 – 0.15 g % · Bicara cadel · Berkurangnya
keseimbangan · dan koordinasi tubuh · Refleks menjadi lambat · Penglihatan
kabur · Emosi yang labil · Mual, muntah -muntah Risiko tinggi
·
0.15 – 0.30 g % · Tidak dapat berjalan tanpa ·
bantuan · Apatis, mengantuk · Kesulitan bernafas · Tidak dapat mengingat
beberapa kejadian · Tidak dapat mengendalikan buang air kecil · Kemungkinan
kehilangan kesadaran · Koma · Kematian Kematian
·
0.3 g % Toleransi dan Ketergantungan Pengguna
alkohol yang terus menerus dapat mengalami toleransi dan ketergantungan.
Toleransi adalah peningkatan penggunaan alkohol dari jumlah yang kecil menjadi
lebih besar untuk mendapatkan pengaruh yang sama. Sedangkan ketergantungan adalah
keadaan dimana alkohol menjadi bagian yang penting dalam kehidupannya, banyak
waktu yang terbuang karena memikirkan (cara mendapatkan, mengkonsumsi dan
bagaimana cara berhenti).
Pengguna alkohol akan mengalami kesulitan
bagaimana cara menghentikan atau mengendalikan jumlah alkohol yang dikonsumsi.
Gejala Putus Alkohol Seseorang yang mengalami ketergantungan secara fisik
terhadap alkohol akan mengalami gejala putus alkohol apabila menghentikan atau
mengurangi penggunaannya. Gejala biasanya terjadi mulai 6 – 24 jam setelah
minum yang terakhir. Gejala ini dapat berlangsung selama 5 hari, diantaranya
adalah : 1. Gemetar 2. Mual 3. Cemas 4. Depresi 5. Berkeringat yang banyak 6.
Nyeri kepala 7. Sulit tidur (berlangsung beberapa minggu)
C. NARKOBA DAN JENIS-JENISNYA
Narkoba (singkatan dari
Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat
yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup,
maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan
perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi ) fisik
dan psikologis. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan
ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkotika
adalah : Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko),
opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta
campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika,
yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat
yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang
No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain: Sedatin (Pil BK),
Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon,
Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic
Alis Diethylamide), dsb.
Dari segi efek
dan dampak yang ditimbulkan pada para pemakai narkoba dapat dibedakan menjadi 3
(tiga) golongan :
1. Upper
Upper adalah jenis narkoba yang membuat si pemakai menjadi aktif seperti
sabu-sabu, ekstasi dan amfetamin.
2. Downer
Downer adalah golongan narkoba yang dapat membuat orang yang memakai jenis
narkoba itu jadi tenang dengan sifatnya yang menenangkan / sedatif seperti obat
tidur (hipnotik) dan obat anti rasa cemas.
3.
Halusinogen Halusinogen adalah napza yang beracun karena lebih menonjol sifat
racunnya dibandingkan dengan kegunaan medis.
D. DAMPAK
PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada
jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi
pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik,
psikis maupun sosial seseorang. Dampak Fisik: Gangguan pada system syaraf
(neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan
syaraf tepi. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti:
infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah. Gangguan pada kulit
(dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim Gangguan pada
paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas,
pengerasan jaringan paru-paru. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah,
murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur.
Dampak terhadap kesehatan
reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon
reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain
perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak
haid). Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum
suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis
B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya. Penyalahgunaan narkoba
bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi
kemampuan tubuh untuk menerimanya.
Over dosis bisa menyebabkan
kematian Dampak Psikis: Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga Agitatif, menjadi
ganas dan tingkah laku yang brutal Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan
tertekan Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosiai: Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh
lingkungan Merepotkan dan menjadi beban keluarga Pendidikan menjadi terganggu,
masa depan suram Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat.
Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila
terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan
psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (sugest). Gejata
fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan
untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.
E. UPAYA PENANGGULANGAN
Upaya pre-emtif
1. Memberikan
bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan untuk taat beragama serta patuh
terhadap hukum kepada semua lapisan masyarakat secara selektif dan prioritas.
2. Melaksanakan bimbingan serta menyalurkan
kegiatan masyarakat terutama generasi muda yang ada kepada kegiatan positif seperti
olahraga, kesenian dan lain-lain.
3. Melaksanakan
kegiatan edukatif dengan sasaran menghilangkan faktor-faktor peluang, pola
hidup bebas Narkoba dan penerangan secara dini terhadap penyalahgunaan Narkoba.
Upaya preventif
1. Melaksanakan
pengawasan secara berjenjang oleh orang tua maupun tenaga pendidik terhadap
putra-putri dan keluarga baik di lingkungan urmah sampai lingkungan yang lebih
luas.
2. Mengadakan
penertiban/lokalisir pengguna minuman keras pada tempat keramaian termasuk pada
ijin penjualan.
3. Memperketat
pengawasan, patroli pada tempat rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap
Narkoba.
Upaya penegakan hukum
1. Melakukan
penyelidikan dan menindak dengan melibatkan instansi terkait dan partisipasi
masyarakat secara swakarsa dan terkoordinasi.
2. Melakukan
proses hukum bagi pelaku penyalahgunaan danperedaran gelap Narkoba secara
obyektif, transparan, cepat, tepat tuntas dan adil oleh penegak hukum yang
profesional dan bertanggung jawab.
3. Memutuskan jalur peredaran gelap narkoba
4. Mengungkapkan
jaringan peredaran gelap Narkoba
5. Melaksanakan
terapi dan rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan Narkoba.
Tipe-tipe Kejahatan
TIPE- TIPE KEJAHATAN
Menurut Light,Keller,dan Calhoun (1989); kejahatan dibedakan menjadi :
A. Kejahatan tanpa Korban (crimes without victims)
Yaitu kejahatan yang tidak membawa korban tetapi dianggap sebagai perbuatan tercela oleh masyarakat ataupun kelompok yang berkuasa. Contoh: mabuk-mabukan,pecandu narkoba.
INTERAKSI SOSIAL
Materi interaksi sosial dapat didownload di link di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/19383302/INTERAKSISOSIAL.docx.html
http://www.ziddu.com/download/19383302/INTERAKSISOSIAL.docx.html
Penyimpangan Sosial
Perilaku
Menyimpang
A. Pengertian Perilaku Menyimpang
Perilaku
menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam
masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian
(deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku
dalam masyarakat disebut konformitas.
Ada beberapa
definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi, antara lain sebagai berikut:
1. James Vender Zender
1. James Vender Zender
Perilaku menyimpang adalah perilaku
yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh
sejumlah besar orang.
2. Bruce J
Cohen
Perilaku menyimpang adalah setiap
perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak
masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
3. Robert
M.Z. Lawang
Perilaku menyimpang adalah semua
tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem
sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk
memperbaiki perilaku tersebut.
B. Ciri-ciri Perilaku Menyimpang
Menurut Paul B Horton penyimpangan
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Penyimpangan
harus dapat didefinisikan, artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku
harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
2. Penyimpangan
bisa diterima bisa juga ditolak.
3. Penyimpangan
relatif dan penyimpangan mutlak, artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi
dan kadar penyimpangan.
4. Penyimpangan
terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal, artinya budaya ideal adalah segenap
peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Antara budaya nyata
dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan.
5. Terdapat
norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola
perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus
menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.
6. Penyimpangan
sosial bersifat adaptif, artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara
untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
C. Sifat-sifat Penyimpangan
Penyimpangan sebenarnya tidak selalu
berarti negatif, melainkan ada yang positif. Dengan demikian, penyimpangan
sosial dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyimpangan positif dan
penyimpangan negatif.
1.
Penyimpangan positif
Penyimpangan
positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan,
meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. Contoh seorang
ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga.
2.
Penyimpangan negative
Penyimpangan
negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah, melanggar nilai-nilai sosial,
dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. Contoh pembunuhan,
pemerkosaan, pencurian dan sebagainya.
D. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang
Menurut Lemert (1951) Penyimpangan
dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan sekunder.
1. Penyimpangan
Primer
Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas.
Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas.
2. Penyimpangan
Sekunder
Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Misalnya orang yang mabuk terus menerus. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian, penodongan, pemerkosaan dan sebagainya.
Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Misalnya orang yang mabuk terus menerus. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian, penodongan, pemerkosaan dan sebagainya.
Sedangkan menurut pelakunya,
penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual dan penyimpangan
kelompok.
1. Penyimpangan
individual
Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian.
Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian.
2. Penyimpangan
kelompok
Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. Contoh geng penjahat.
Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. Contoh geng penjahat.
E. Sebab-sebab Terjadinya Perilaku
Menyimpang
1. Penyimpangan
sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna
Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.
Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin, sopan santun, ketaatan dan lain-lain.
Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.
Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin, sopan santun, ketaatan dan lain-lain.
2. Penyimpangan
karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang
Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi, pemakai narkoba, geng penjahat, dan lain-lain.
Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi, pemakai narkoba, geng penjahat, dan lain-lain.
3. Penyimpangan
sebagai hasil proses belajar yang menyimpang
Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain, khususnya dengan orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku, majalah, koran, televisi dan sebagainya.
Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain, khususnya dengan orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku, majalah, koran, televisi dan sebagainya.
F. Teori-Teori Penyimpangan
Penyimpangan
yang terjadi dalam masyarakat dapat dipelajari melalui berbagai teori,
diantaranya sebagai berikut.
1. Teori Labeling
Menurut Edwin M. Lemert, seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan, cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career).
Menurut Edwin M. Lemert, seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan, cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career).
2. Teori Hubungan
Diferensiasi
Menurut Edwin H. Sutherland, agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang.
Menurut Edwin H. Sutherland, agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang.
3. Teori Anomi
Robert K Merton
Robert K. Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya, yaitu:
Robert K. Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya, yaitu:
a. Konformitas
Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional.
Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional.
b. Inovasi
Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan.
Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan.
c. Ritualisme
Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu, namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya.
Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu, namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya.
d. Retreatisme
Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya.
Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya.
e. Pemberontakan
Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru.
Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru.
G. Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang
1. Penyalahgunaan Narkoba
1. Penyalahgunaan Narkoba
Merupakan bentuk penyelewengan
terhadap nilai, norma sosial dan agama. Dampak negatif yang ditimbulkan akan
menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan
tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian.
Menurut Graham Baliane, ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba, antara lain sebagai berikut:
1) Mencari dan menemukan arti hidup.
2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual.
3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua, guru, dan norma-norma sosial.
4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebut-kebutan dan berkelahi.
5) Melepaskan diri dari kesepian.
6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu.
7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas
8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup.
9) Mengisi kekosongan, kesepian, dan kebosanan.
Menurut Graham Baliane, ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba, antara lain sebagai berikut:
1) Mencari dan menemukan arti hidup.
2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual.
3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua, guru, dan norma-norma sosial.
4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebut-kebutan dan berkelahi.
5) Melepaskan diri dari kesepian.
6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu.
7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas
8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup.
9) Mengisi kekosongan, kesepian, dan kebosanan.
2.
Penyimpangan seksual
Penyimpangan seksual adalah perilaku
seksual yang tidak lazim dilakukan. Penyebab penyimpangan seksual antara lain
adalah pengaruh film-film porno, buku dan majalah porno. Contoh penyimpangan
seksual antara lain sebagai berikut:
1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah.
2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita.
3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki.
4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak.
5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek.
6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah.
1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah.
2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita.
3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki.
4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak.
5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek.
6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah.
3.
Alkoholisme
Alkohol disebut juga racun
protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf. Orang yang
mengkonsumsinya akan kehilangan kemampuan mengendalikan diri, baik secara
fisik, psikologis, maupun sosial. Sehingga seringkali pemabuk melakukan
keonaran, perkelahian, hingga pembunuhan.
4. Kenakalan
Remaja
Gejala kenakalan remaja tampak dalam
masa pubertas (14 – 18 tahun), karena pada masa ini jiwanya masih dalam keadan
labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Penyebab
kenakalan remaja antara lain sebagai berikut.
a. Lingkungan keluargayang tidak harmonis.
b. Situasi yang menjemukan dan membosankan.
c. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang, seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan.
Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum, penggunaan obat terlarang, pencurian, perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda.
a. Lingkungan keluargayang tidak harmonis.
b. Situasi yang menjemukan dan membosankan.
c. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang, seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan.
Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum, penggunaan obat terlarang, pencurian, perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda.
Fungsi Sosiologi
FUNGSI SOSIOLOGI
1. Perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perubahan yang terjadi di masyarakat
2. Sosiologi memahami hubungan yang terjalin antara manusia dengan alam, hubungan antara manusia dengan kelompok, pengaruh penemuan baru terhadap manusia dan kebudayaan, serta perkembangan kebudayaan. Hal ini berarti suatu perencanaan di susun atas dasar kenyataan yang faktual
3. Dengan adanya perencanaan sosial, dapat di gunakan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang timbul di masyarakat
4. Perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat, sehingga dapat menghimpun kekuatan sosial di masyarakat
5. Sosiologi dapat memahami perkembangan masyarakat, baik desa maupun kota, sehingga proses penyusunan perencanaan sosial dapat di lakukan
- Fungsi sosiologi dalam penelitian adalah sebagai berikut,
1. Untuk mempertimbangkan berbagai gejala sosial yang timbul dalam kehidupan masyarakat
2. Untuk memahami pola tingkah laku manusia di masyarakat
3. Untuk bersikap hati-hati dan selalu berpikir rasional
4. Untuk dapat melihat perubahan tingkah laku anggota masyarakat
5. Untuk dapat memahami simbol,kode dan bebagai istilah yang menjadi objek penelitian
- Fungsi sosiologi dalam pembangunan yaitu, sosiologi itu berguna untuk memberikan data sosial yang di perlukan pada tahap perencanaan pelaksanaan maupun pembangunan. Tahap perencanaan yang harus di perhatikan adalah apa yang menjadi kebutuhan sosial. Tahap pelaksanaan yang di perhatikan adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahan sosialnya. Dan pada tahap penilaian yang di lakukan adalah analisis terhadap objek atau dampak sosial pembangunan tersebut.
- Fungsi sosiologi dalam pemecahan masalah yaitu, sosiologi itu punya peranan besar dalam upaya-upaya pemecahan masalah sosial. Oleh karena itu, sosiologi menyuguhkan metode-metode sosial yang mampu menjadi metode penanggulangan masalah-masalah tersebut.
1. Mempelajari konflik sosial dan cara mengatasinya
2. Mengamati dan mempelajari perubahan sosial dalam berbagai bidang kehidupan
Langganan:
Postingan (Atom)
Universitas Favorit Jatim
- IAIN Jember
- Instiut Teknologi Sepuluh November
- STAIDRA Lamongan
- UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
- UIN Sunan Ampel Surabaya
- UPN Surabaya
- Univeritas Negeri Malang
- Universitas Airlangga
- Universitas Brawijaya Malang
- Universitas Muhammadiyah Malang
- Universitas Negeri Jember
- Universitas Negeri Surabaya
- Universitas Trunojoyo Madura

